Tiada sedikitpun kebaikan dari saling membalas keburukan itu.
Sebaik-baik dan sebenar-benar perbuatan hukum ialah adil.
Adil adalah rohnya hukum.
Dengan memberi pembelajaran hukum sama dengan meringankan beban hukum.
Sikap berani bertanggungjawab, mengakui kesalahan dan siap menerima hukuman adalah bukti orang yang mengerti, sadar dan taat hukum.
Jangan sekali-kali kita merasa teraniaya karena dihakimi atas sesuatu kesalahan yang sudah diperbuat diri.
Amat bodoh dan amat berdosalah bagi orang yang menegakkan hukum tetapi ia sendiri malah melanggarnya.
Dengan keimanan hukum bisa ditegakkan.
Jadilah pejuang dan pemikir hukum yang menitikberatkan terwujudnya kebenaran dan tegaknya keadilan.
Galilah dan temukan hukum sampai pada kebenarannya sehingga hukum itu tidak lagi diubah dan diganti.
Hukum itu bisa menghalangi atau membentengi diri kita untuk berbuat jahat kepada orang lain dan bisa menolong atau menyelamatkan diri kita dari perbuatan jahat orang lain.
Dengan kita tunduk pada hukum atau aturan bukan berarti kita takut pada orang perorang.
Dengan tidak takut hukum bukan berarti kita akan pernah melanggarnya.
Hukum itu mengharuskan berdiri tegak lurus dan berada tepat diposisi sesungguhnya.
Hukum itu mengarahkan manusia kepada yang benar.
Kenali hukum agar kita tahu mana yang benar dan salah, taati hukum agar kita menjadi orang yang benar dan terhindar dari menjadi orang yang salah.
Tertawa lebar adalah bagian dari kesombongan diri dan merupakan kesenangan setan.
Hindari berpaham dengan orang bodoh apabila kita tidak bisa menundukannya.
Semakin mengingkari kebenaran secara pasti semakin mendekati kesalahan, dalam hidup banyak manusia tersesat karena itu.
Jadilah orang yang menyukai kebenaran dan mempunyai kebijaksanaan.
Banyak orang berbuat salah tapi seolah tidak menyadarinya sebelum hal itu diketahui dan diteriakan orang lainnya.
Jangan berhitung untung rugi dalam berbuat sesuatu hal kebaikan itu selain keikhlasan dalam melakukannya.
Tiada sesuatu akan kita dapatkan tanpa diri mau melakukan sesuatu untuk mendapatkannya.
Gelarlah tikar apabila kita hendak memberi kelapangan pada tamu.
Kedewasaan bisa dibentuk dari kesadaran dan prilaku.
Sebaik-baik diam ialah berpikir dan sebaik-baik bicara ialah ilmu.
Mata bisa sama melihat pandangan bisa saja berbeda.
Kesadaran adalah ukuran sehatnya akal pikiran.
Hindarilah sekecil apapun pelanggaran karena sanksi atau resikonya bukanlah hal baik bagi diri.
Tidur itu dapat menenangkan diri dari napsu amarah.
Tidaklah mudah membangunkan seorang pemalas dari tidurnya.
Orang paham itu mudah pikirannya dalam menerima, kuat pikirannya dalam mengingat, tajam hatinya dalam melihat dan banyak dirinya dalam mengenal hal.
Kita bisa belajar dari bodoh menjadi pintar, dari pintar menjadi paham, dari paham bisa melihat dengan jelas dan mengetahui dengan yakin.
Apa yang membuat kita bisa menembus dinding atau ketertutupan diri seseorang dengan orang lainnya karena sikap angkuh dan sombongnya, yaitu apabila kita bisa memaklumi dan mengetahui kelemahan diri manusia itu sendiri.
Orang pintar berkata dari otaknya dan orang paham berkata dari hatinya.
Orang yang tidak jujur cenderung mudah dan banyak curiga.
Kadang dengan kebodohannya bisa membuat seseorang jujur.
Senyum itu ibarat bunga yang merekah indah.
Sedih atau menangis karena luka badan lebih baik daripada sedih atau menangis karena kesulitan hidup.
Bersikaplah berani karena benar, takut karena salah dan mengalah karena orang bodoh.
Percaya diri adalah sikap pribadi yang mandiri.
Aib adalah sesuatu yang harus ditutupi dan diperbaiki.
Senantiasalah dahulukan pikiran daripada emosi.
Jangan bosan dengan nasihat apabila kita ingin berjiwa sehat.
Bersikaplah dewasa dan jadilah seperti orang tua yang bijaksana.
Kadang pada orang lain kita melihat itulah cerminan diri kita.
Ketenangan adalah wujud dari diri yang terkendali.
Ketenangan adalah obat untuk jiwa yang kacau.
Kebanyakan orang merasa dirinya lebih unggul dari orang lain.
Kebanyakan kejujuran manusia itu pada apa yang tidak terhalang dari pandangan atau penglihatan mata orang lainnya.
Senantiasalah koreksi diri demi perbaikannya terlepas dari orang lain menilai atau tidak.
Selamat dari kesalahan pertama belum tentu selamat dari kesalahan kedua karena itu hindari untuk kita berbuatnya lagi.
Hati-hatilah berjalan karena mungkin dalam setiap langkah ada yang mengikuti atau menghadang.
Memulai kebaikan dan memperbaiki kerusakan itu sangatlah sulit dan berat.
Jangan tinggalkan bekas tidak baik dimanapun pernah kita berada.
Kebijaksanaan adalah pertimbangan yang berdasarkan hati dan akal sehat.
Saat kita menginsafi kesalahan itulah bukti diri melihat kebenaran.
Kita mencari, kita menemukan tetapi belum tentu kita mendapatkan.
Berpikir dan bertindak bijak adalah ciri orang yang berwawasan luas.
Peliharalah lidah kita dari bahaya fitnah, umpat, caci-maki dan buruknya kata-kata.
Kerendahan hati dan keluhuran budi adalah cermin pribadi orang yang berjiwa besar.
Sesungguhnya tidak akan tertukar bahwa yang benar tetap benar dan yang salah tetap salah.
Perbuatan salah yang tidak diakhiri dengan perbaikannya adalah sesuatu kerugian yang berkepanjangan.
Di bumi mana kita berpijak, di langit mana kita berteduh, di tempat mana kita tinggal disitulah hak kita diam untuk menetap maka janganlah merasa asing dan terasingkan oleh sekelilingnya.
Ada saat bukan menilai baik-buruknya diri seseorang yang ketika kita dapati ia sedang sangat kesusahan, karena itu kita harus menolongnya terlebih dahulu.
Orang paham itu besar rasa takutnya, sangat hati-hati, mudah memaklumi dan aman dihadapi.
Tidak selamanya rasa sakit membuat kita meringis tetapi kadang bisa menumbuhkan semangat untuk bangkit dan maju.
Jangan percayakan sesuatu kepada orang yang tidak tahu tanggung jawab karena selain kita akan mengalami kesusahan atau kerugian juga berarti kita akan membuatnya masalah.
Seringkali kita yang tahu dan mengerti dibingungkan oleh ketidaktahuan dan ketidakmengertian orang lain sehingga kita sulit untuk bersikap apakah bicara atau diam.
Jangan berprilaku yang dibuat-buat yang tidak sesuai dengan ciri kepribadian diri yang asli karena rasa sombong dan tinggi hati.
Jangan bangga dan tinggi hati yang muda dihormati yang tua, sesungguhnya yang mudalah yang harus terlebih dahulu menghormati yang tua.
Maju-mundur adalah sikap, naik-turun adalah perobahan, menang-kalah adalah nasib dan baik-buruk adalah pilihan.
Sikap selalu manggut-manggut dan selalu mengiyakan tanpa sama sekali berani bersikap korektif dan kritis adalah pertanda mental diri yang masih terjajah.
Memarahi dan menyalahkan orang bersalah bukanlah sesuatu yang dapat menyadarkan dan mengarahkan kepada perbaikan atas kesalahan dirinya.
Ketika diri merasa benar maka sesungguhnya itu kita sedang menuju kesesatan dan ketika diri merasa salah maka sesungguhnya itu kita sedang menuju perbaikan.
Periksakan kesehatan badan kita ke dokter ahlinya, periksakan jiwa kita ke orang yang bisa mengenal dirinya sendiri.
Khayal dan mimpi bisa membuat manusia terlena karena keasyikannya padahal hidup ini perlu kenyataan sebagai bukti usaha / kerja diri kita.
Dengan orang lain bisa memahami masalah kita, beban berat yang kita rasakan sendiri akan menjadi ringan.
Dengan penilaian baik yang berlebihan pada seseorang membuat kita lupa bahwa dia adalah manusia biasa yang tidak bisa lepas dari kesalahan dan dosa.
Jadilah jati diri Anda sendiri atas dasar fitrah manusia yang rasional, etis, bermoral dan religius.
Jangan manfaatkan kebodohan diri orang lain karena itu prilaku kita membohongi.
Menghargai setiap kebaikan orang lain meski tidak kita terima adalah cerminan dari sikap bijak.