Katakanlah sejujurnya bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah jangan keduanya disamarkan.
Jadilah komentator yang baik beretika dan yang sehat berlogika.
Sadarkah bahwa dalam hidup ini kita sesungguhnya banyak disibukkan oleh hal-hal dan masalah orang lain, dengan mengamati dan menilai layaknya seorang juri.
Dari otak lahir kecerdasan, dari hati lahir kepahaman.
Seorang pemimpin negara bisa menjadikan rakyat bersatu atau bercerai berai.
Otak dengan kecerdasannya ibarat pisau dengan tajamnya.
Yakinlah keimanan itu bisa menyatukan manusia yang satu dengan yang lainnya walau berbeda suku, bangsa, warna kulit dan bahasa. Allaahu a'lam.
Apakah kita termasuk orang yg ketika mendapat pujian dan penilaian baik / jujur dari orang lain maka diri merasa malu dan tak enak hati ataukah tersenyum suka dan bahagia sementara hati nurani merasa diri tidaklah baik / jujur?
Bagi orang paham/mengerti (dengan dasar iman dan ilmu) tiada kata aneh/heran karena sesuatu apa.
Kebanyakan manusia sombong dan lupa diri tetapi ketika Allah uji dengan sesuatu ketakutan mereka merasakan itu dengan sangat dan diri tiada lagi nyali.
Alasan adalah sesuatu perkataan yang dibuat-buat untuk mengelabui pikiran orang lain tetapi Allah tidak membutakan hati orang yang baik dan jujur.
Mempertahankan dan membela diri dari gangguan atau kejahatan orang lain adalah suatu kewajiban yang harus di lakukan oleh setiap diri manusia.
Bersikap tegas dalam kebenaran itu adalah hukum.
Ikhlas dalam menerima apapun walau yang tak dikehendaki diri sekalipun insya Allah bisa menjadikan hati tenang.
Sikap kehati-hatian harus lebih dimiliki oleh orang yang tahu dan mengerti hukum.
Jangan pernah putus asa karena kegagalan dalam berusaha.