Kenyataan banyak orang yg di anggap pintar berpendidikan tetapi bisa di nilai salah oleh orang bodoh karena perkataanya.

Banyak manusia yang  menilai benar dan salah menurut hawa nafsu dan pemikirannya sendiri bukan berdasarkan petunjuk dan ilmu.

Tidak bisa untuk mengetahui benar dan salah tanpa ilmu dan paham.

Siapa sebenarnya yg pintar ketika orang pintar berkata/berucap salah dan orang bodoh menilai salah.

Orang pintar yg pura-pura bodoh itu lebih berbahaya dari orang bodoh yg pura-pura pintar karena bisa menipu/membohongi orang bodoh dan orang pintar.

Banyak orang pintar berilmu, cerdas berpemikiran, luas berwawasan tetapi kurang pengendalian diri.

Kesesatan berpikir terlahir bukan karena kebodohan tetapi bisa karena tujuan yang buruk dan salah.

Kebanyakan manusia keberaniannya hanya kepada orang yang terlihat lemah / kecil.

Ada sebagian manusia yang otaknya baik tuk menilai diri dan kelompoknya saja tetapi buruk tuk menilai orang dan kelompok lainnya.

Sering saya amati orang-orang yang terlihat pemberani dari sikap/ucap/tindakannya terhadap orang lainnya tetapi keberaniannya itu bukan karena berdasar kebenaran/bukan karena kekuatan dirinya sendiri tetapi karena berada di balik baju dinasnya/ di balik jabatannya/ di balik golongannya/ di balik orang-orang kuat lainnya/ di balik harta bendanya dan karena kesombongan dirinya yang merasa diri lebih dari orang lainnya.

Karena merasa pro/mendukung menjadikan kekurangan dan kesalahan yang ada di diri panutannya tak kelihatan selain sempurna dan benar

Sipat malu dan takut untuk berbuat buruk/salah sungguh menolong diri.

Karena politik banyak orang pintar berpendidikan dan di pandang terhormat menjadi tak berakhlak nyata dari pemikiran-pemikirannya yang terlahir berupa kata-kata yg tak sepantasnya/tak seharusnya/buruk/fitnah/hoak dan banyak lagi.

Walaupun jaman sudah sangat modern tapi juga masih sangat jahiliyah.

Hukum itu mengharuskan berdiri tegak lurus berada tepat di posisi yg sesungguhnya. Bila hukum terasa dan terlihat miring karena berat sebelah maka tunggulah keambrukannya.

Sifat jujur, adil, berakhlak baik seharusnya dimiliki oleh setiap diri penegak hukum.

Dari kesadaran tak terkontrol, akhlak tak terdidik melahirkan sikap/ucap/prilaku manusia yang buruk/salah.

Setiap orang/ kelompok/ golongan yang merasa tertekan/ di serang pasti akan membela diri/ kelompok/ golongannya.

Bila merasa diri pintar maka harus malu di nilai bodoh oleh orang bodoh.

Kebanyakan manusia bersikap tergesa-gesa.

Olah kesadaran diri supaya normal 100% sehatnya.

Salah dan benar di dunia ini sering kali dan biasa tertukar tetapi tidak di hadapan pengadilan Allah nanti.

Tidaklah bisa di sebut orang pintar bila menjadikan orang bodoh pemimpinnya.

Benar dan salah itu sudah jelas dalam ajaran agama islam tapi karena kita kurang berilmu agama dan kurang beriman menjadikan kita bimbang dan samar melihat benar dan salah itu. Karena itu benar dan salah bisa tertukar yg benar di anggap salah dan yg salah di anggap benar.

Baik dan terbaik kalau hanya berdasarkan promosi dan pencitraan maka itu bisa saja tipuan semata.

Kebanyakan penglihatan dan pemikiran manusia terbalik. Ketika lelaki melihat wanita berpakain setengah telanjang dan melihat wanita berkerudung atau bercadar.

Secara umum orang gila yang benar2 gila tidak akan tersinggung bila dirinya di sebut orang gila karena otak dan pemikirannya sudah tidak berpungsi secara normal alias hilang akal dan pikirannya.
Ada orang yang tidak gila akan tersinggung bila dirinya disebut orang gila lalu introspeksi bila dirinya di sebut orang gila.
Ada orang yang tidak gila akan tersinggung lalu marah bila dirinya disebut orang gila.
Ada orang yang tidak gila akan tersinggung tapi tidak akan introspeksi, atau akan tersinggung tapi tidak akan marah bila dirinya di sebut orang gila.
Ada orang yang pura-pura gila akan tersinggung lalu marah atau akan acuh tidak peduli bila dirinya di sebut orang gila.
Ada orang gila setengah sehat dan ada orang sehat setengah gila.
Ada orang gila pangkat, kedudukan, harta dll.

Menyampaikan kebenaran itu susah karena lebih banyak orang yang tak mengertinya.

Sebagai orang terdidik/berpendidikan ucap/kata kepada orang yg sudah tua siapapun dia seharusnya kita sopan dan hormat.

Bila hati manusia di butakan Allah maka benar/ kebenaran pastilah tidak akan terlihat.

Walaupun benar pencuri/penipu/penjahat/pembohong tetapi dirinya tidak mau mengaku dan tidak mau di sebut begitu.

Sesungguhnya perbuatan curang/menipu itu membuat murka dan memutus rizki Allah.

Perbuatan curang/menipu pada dasarnya merugikan dirinya sendiri.

Dalam kehidupan ini banyak hal benar/kebenaran yang di tutupi oleh rekayasa dan kebohongan manusia.

Pemikiran salah/keliru/sesat bisa dari orang terdidik/berpendidikan tinggi.

Di sa'at sekarang ini saya yakin banyak orang baik merasa bingung bagaimana harus bersikap/berbuat/berkata karena melihat keadaan.

Ada orang pintar tapi tidak mengerti, ada orang mengerti tapi tidak pintar.

Secara penilaian manusia yg berdasar hati dan otak yg sehat orang baik itu tidak di ukur dari rupa dan bentuk tubuh tetapi dari sikap/prilaku/perkataan/perbuatan yg baik.

Tiada sesuatu hal yang mustahil bagi Allah tapi kebanyakan manusia merasa heran.

Masih ingat tahun 2004 saya pernah di sebut orang setres dan gila sampai dua orang psikiater di datangkan untuk memeriksa kejiwaan saya dan hasilnya psikiater itu malah heran dan bertanya "kenapa anda bisa pintar" sedangkan diri saya tetap merasa bodoh sampai saat ini juga tetapi tidak stres dan tidak gila.

Melihat dan menilai kekurangan dan kesalahan diri orang lain itu sangatlah mudah dengan tidak menyadari kekurangan dan kesalahan diri sendiri.

Sombong itu di larang tetapi memperlihatkan kemampuan diri itu harus pada setiap kondisi yang di haruskannya.

Sikap berani orang mabuk pastilah karena tak sadar diri.

Bukti sifat lemah dan kurangnya diri manusia yang walaupun pintar berilmu,  tinggi berpendidikan dengan menyandang sederet gelar keakademisan, memperoleh pangkat dan jabatan tinggi menjadi orang terhormat sebagai pejabat yang memimpin orang banyak/rakyat tetapi dengan ucapan/perkataan yg menyimpang dari kebenaran Allah maka seketika itu jadilah orang yang bodoh dan rendah di mata manusia lainnya.

Dalam banyak hal kita perlu memikirkan orang lain, seperti ketika kita sedang berjalan di jalan yang sempit maka kita harus mau memikirkan orang lain yang berjalan di belakang yang searah dengan kita.

Dalam banyak hal kita untuk berkata menyampaikan yang hak/benar itu ada rasa ketakutan dan orang lain menilai itu kesalahan.

Perasaan dan pikiran bisa mempengaruhi sikap.

Beruntunglah bagi orang yang bisa menyadari dan memperbaiki kekurangan dirinya.

Setiap diri manusia punya banyak kekurangan tetapi sedikit yang bisa di rasakan dan di sadarinya.

Katakanlah bahwa yg benar itu benar dan yg salah itu salah jangan di tutupi seolah tidak tahu mana yg benar dan mana yg salah/ jangan di samarkan sehingga orang ragu mana yg benar dan mana yg salah/ jangan di tukar yg benar di bilang salah dan yg salah di bilang benar.

Bobot dari suatu perkataan/pembicaraan itu ukurannya adalah kecerdasan, kepahaman dan ilmu.

Kecerdasan otak adalah pancaran dari kepahaman hati.

Kenyataan banyak orang menilai sesuatu hal tanpa ilmu/ dengan kebodohan diri/ dengan prasangka dan menduga-duga.

Perkataan/ucapan itu bisa menunjukan kecerdasan dan kepahaman seseorang.

Bila yakin kebenaran maka jangan sekalipun mengalah pada ketidakadilan hukum.  Sesungguhnya roh hukum adalah keadilan karenanya perilaku hukum haruslah berkeadilan. Ketidakadilan hukum dan kekeliruan hukum itu sesungguhnya kedzaliman.

Kebanyakan kita seperti penonton pertandingan bola yg bisanya gemar mengkritik padahal dirinya jauh tak punya keberanian dan kemampuan tuk bertanding

Orang cerdas/ paham/ beriman pasti akan bersikap/berkata/berbuat dengan hati-hati.

Bila tidak dengan adanya iman maka kita akan sering melihat banyak hal dengan rasa aneh.

Sering saya berhadapan dengan orang berpendidikan tinggi tapi lagi-lagi harus beda pendapat dan harus berdebat padahal yang benar itu nampak jelas tak perlu lagi di singkap. Pertanyaannya apa yang dia lihat mungkin tak di ketahuinya atau karena mata dan hatinya memang buta akan yang benar itu. Wallahu a'lam.

Banyak hal yang bisa kita ketahui dan mengerti tetapi susah untuk bisa di katakan/ucapkan.

Bila suatu pekerjaan sudah di rasa mudah karena sudah biasa di lakukan maka tak perlu lagi menggunakan otak tetapi cukup dengan kerja tangan.

Yakinlah banyak orang seperasaan dan sepemikiran dengan kita, ketika melihat dan tahu bahwa orang yang benar terdzalimi dan orang yang salah terselamatkan. Sementara kita hanya bisa marah dalam hati karena tak bisa berbuat apa-apa.

Tinggalkanlah orang bodoh yang tidak mau dan tidak bisa di kasih tahu dan di ajari.

Sadar atau tidak sadar kebanyakan manusia pokus pada masa depan yang pendek / singkat yaitu kehidupan di dunia ini.

Ada orang pintar tinggi pendidikan tapi tak mudah dan tak bisa menerima kebenaran dan ada orang rendah pendidikan tapi mudah dan bisa menerima kebenaran.

Secara umum kebanyakan orang sadar tetapi kebanyakan orang tidak sabar dan tidak bisa menahan diri dari emosi sehingga sering timbul hal-hal buruk di kehidupan ini.

Yang saya rasakan dan saya perhatian sungguh banyak orang yang takut untuk berkata menyampaikan yang benar dan yang nyata. Sungguh banyak orang yang berani berkata yang salah dan penuh kebohongan. Tetapi sedikit yg berani berkata karena benar dan takut karena salah.

Orang benar karena ilmunya maka dirinya punya dua pengetahuan yaitu tahu benar dan salah. Dan orang salah karena ilmunya maka dirinya punya satu pengetahuan yaitu tahu benar menurut ilmunya yang salah.