Seharusnya hukum memiliki kekuatan untuk menghadapi siapapun yang bersalah tanpa dilemahkan oleh apapun.
Meskipun uang dibutuhkan oleh semua orang, bukan berarti semua orang bisa dibeli dan tunduk dengan uang.
Hak asasi manusia tidak mengenal Muslim.
Jika hukum ditegakkan dengan benar mengapa begitu banyak orang merasa tidak adil?
Jangan berpikiran sempit dan kemudian terpengaruh ketika ada sebagian orang yang membenci, menghina dan merendahkan seseorang dan kita mengikuti mereka.
Semua manusia disusupi oleh iblis untuk mempengaruhi perasaan dan pikirannya dan iman adalah untuk dapat menangkal pengaruhnya.
Kebencian menciptakan tekanan, kejahatan, fitnah, rekayasa dan ketidakadilan.
Tidak ada yang kebetulan bahwa Allah berkehendak kita melihat dan mengetahui ada orang jahat dan orang tidak adil yang berumur panjang.
Banyak orang pemberani, karena ada sesuatu yang dirinya andalkan. Karena berseragam, karena bersenjata, karena pangkat, karena kedudukan, karena ada perlindungan orang lain, karena uang. Dan itulah keberanian yang palsu.
Ketidakpastian di dunia, dimana banyak orang besar yang diam dan banyak orang kecil bersuara meski bisa berbahaya baginya.
Secara naluriah, orang yang salah akan berusaha mencari cara untuk membela diri dari kesalahannya agar dia selamat dan tidak disalahkan.
Dari ketakutan yang berlebihan bisa berubah menjadi biadab.
Orang yang membenci dan mengingkari kebenaran akan selalu menilai apa yang dilakukan orang yang benar itu salah.
Puncak kebencian bisa menghilangkan kemanusiaan dan berubah menjadi biadab.
Orang yang licik dengan berbagai cara akan berusaha untuk menang.
Ukuran kebenaran bukan dari mulut seorang kepala pemerintahan, pejabat dan aparatur di bawahnya tetapi dari kebenaran itu sendiri. Seorang kepala pemerintahan, pejabat dan aparatur di bawahnya tentu juga bisa salah dan melanggar.
Ya Allah aku jujur, dengan harta, dengan kedudukan tidak tergoda tapi dengan kecantikan aku bisa melupakan banyak hal dan kehilangan konsentrasi.  Jujur saya mengerti banyak hal tapi tertarik dan suka wanita cantik sampai sekarang saya bingung.
Ada banyak orang baik tetapi sangat sedikit orang yang benar dan dikalahkan oleh orang banyak yang salah.
Yang lemah pasti akan kalah meski tidak salah, itulah hukum dunia.
Orang kuat yang tidak peduli hukum akan lebih mudah dan berani melakukan perbuatan salah, jahat.
Ketika keserakahan dunia sudah mencapai puncaknya, semua cara buruk bisa dilakukan oleh manusia.
Ketidakpastian di dunia, dimana banyak orang besar yang diam dan banyak orang kecil bersuara meski bisa berbahaya baginya.
Saya sedang diuji perasaan antara baik dan buruk. Bersyukur saya ditakdirkan tidak menjadi orang mudah tersinggung, tidak mudah marah, tidak suka pendendam dan saya suka mengalah. Kenyataan saya seperti penakut tetapi saya juga pemberani jika keadaan diri benar dan terlalu ditekan.
Yakinlah bahwa hukum Allah tidak bisa di ganti dan dibatalkan oleh hukum buatan manusia. Sesungguhnya yang menyalahkan dan menolak hukum Allah adalah manusia, yang membenarkan dan menerima hukum buatan manusia adalah manusia.
(Ashejun)
Orang waras pasti akan tersinggung jika dihina karena itu dia akan selalu berhati-hati, bijak dalam perkataan.
Jangan berpikir mudah menilai benar dan salah, bisa memihak yang benar dan melawan yang salah, padahal orang hebat, pintar, berilmu, cerdas belum tentu bisa.
Kebenaran diri dengan pengakuan diri bukanlah hal yang baik.
Orang yang tidak suka dan tidak mau dinasihati berarti tidak ada niat untuk menjadi orang baik.
Pemikiran orang munafik pastilah akan bersebrangan dengan orang beriman tetapi sepemikiran dengan orang kafir, komunis.
Ada orang tidak baik bernasib baik, menjadi orang terhormat tetapi lupa diri sehingga dipandang lebih tidak terhormat.
Bersebrangannya antar orang berbeda pikiran, pendapat, keyakinan adalah suatu keniscayaan.
Sungguh sulit bahkan mustahil untuk kita bisa menyatukan dan menyamakan perasaan dan pemikiran kita dengan orang lain meskipun dengan orang yang mempunyai hubungan dekat dengan kita, selain atas kuasa dan kehendak Allah.
Ada orang bodoh memimpin orang pintar, ada orang bodoh dipercaya orang pintar, ada orang bodoh menipu orang pintar, ada orang bodoh meniru orang pintar. Mengapa itu bisa terjadi? Sesungguhnya itu, bukan karena orang bodoh yang pintar dan bukan karena orang pintar yang bodoh tetapi karena sama-sama bukan manusia sempurna.
Dikehidupan dunia ini banyak hal terjadi yang tidak sesuai dengan keharusannya.
Dalam kehidupan manusia ini, yang benar menghadapi yang salah, yang mengerti menghadapi yang tidak mengerti, yang baik dan jujur menghadapi yang jahat dan licik, yang beriman menghadapi yang kafir dan yang munafik.
Sesuatu perbuatan baik yang dipaksakan maka hasilnya tidak akan baik.
(Ashejun)
Keberanian seseorang yang perbuatannya dilakukan dibalik kemisteriusan dirinya, hal itu apa bedanya dengan kutu busuk.
Tiada kesuksesan tanpa usaha, tiada usaha tanpa keinginan, tiada keinginan tanpa hidup, dan hidup yang sukses adalah yang berarti dalam setiap napas, gerak dan langkah.