Kebanyakan manusia keberaniannya hanya kepada orang yang terlihat lemah / kecil.

Ada sebagian manusia yang otaknya baik tuk menilai diri dan kelompoknya saja tetapi buruk tuk menilai orang dan kelompok lainnya.

Sering saya amati orang-orang yang terlihat pemberani dari sikap/ucap/tindakannya terhadap orang lainnya tetapi keberaniannya itu bukan karena berdasar kebenaran/bukan karena kekuatan dirinya sendiri tetapi karena berada di balik baju dinasnya/ di balik jabatannya/ di balik golongannya/ di balik orang-orang kuat lainnya/ di balik harta bendanya dan karena kesombongan dirinya yang merasa diri lebih dari orang lainnya.

Karena merasa pro/mendukung menjadikan kekurangan dan kesalahan yang ada di diri panutannya tak kelihatan selain sempurna dan benar

Sipat malu dan takut untuk berbuat buruk/salah sungguh menolong diri.

Karena politik banyak orang pintar berpendidikan dan di pandang terhormat menjadi tak berakhlak nyata dari pemikiran-pemikirannya yang terlahir berupa kata-kata yg tak sepantasnya/tak seharusnya/buruk/fitnah/hoak dan banyak lagi.

Walaupun jaman sudah sangat modern tapi juga masih sangat jahiliyah.

Hukum itu mengharuskan berdiri tegak lurus berada tepat di posisi yg sesungguhnya. Bila hukum terasa dan terlihat miring karena berat sebelah maka tunggulah keambrukannya.

Sifat jujur, adil, berakhlak baik seharusnya dimiliki oleh setiap diri penegak hukum.

Dari kesadaran tak terkontrol, akhlak tak terdidik melahirkan sikap/ucap/prilaku manusia yang buruk/salah.

Setiap orang/ kelompok/ golongan yang merasa tertekan/ di serang pasti akan membela diri/ kelompok/ golongannya.

Bila merasa diri pintar maka harus malu di nilai bodoh oleh orang bodoh.

Kebanyakan manusia bersikap tergesa-gesa.

Olah kesadaran diri supaya normal 100% sehatnya.

Salah dan benar di dunia ini sering kali dan biasa tertukar tetapi tidak di hadapan pengadilan Allah nanti.