Katakanlah bahwa yg benar itu benar dan yg salah itu salah jangan di tutupi seolah tidak tahu mana yg benar dan mana yg salah/ jangan di samarkan sehingga orang ragu mana yg benar dan mana yg salah/ jangan di tukar yg benar di bilang salah dan yg salah di bilang benar.

Bobot dari suatu perkataan/pembicaraan itu ukurannya adalah kecerdasan, kepahaman dan ilmu.

Kecerdasan otak adalah pancaran dari kepahaman hati.

Kenyataan banyak orang menilai sesuatu hal tanpa ilmu/ dengan kebodohan diri/ dengan prasangka dan menduga-duga.

Perkataan/ucapan itu bisa menunjukan kecerdasan dan kepahaman seseorang.

Bila yakin kebenaran maka jangan sekalipun mengalah pada ketidakadilan hukum.  Sesungguhnya roh hukum adalah keadilan karenanya perilaku hukum haruslah berkeadilan. Ketidakadilan hukum dan kekeliruan hukum itu sesungguhnya kedzaliman.

Kebanyakan kita seperti penonton pertandingan bola yg bisanya gemar mengkritik padahal dirinya jauh tak punya keberanian dan kemampuan tuk bertanding

Orang cerdas/ paham/ beriman pasti akan bersikap/berkata/berbuat dengan hati-hati.

Bila tidak dengan adanya iman maka kita akan sering melihat banyak hal dengan rasa aneh.

Sering saya berhadapan dengan orang berpendidikan tinggi tapi lagi-lagi harus beda pendapat dan harus berdebat padahal yang benar itu nampak jelas tak perlu lagi di singkap. Pertanyaannya apa yang dia lihat mungkin tak di ketahuinya atau karena mata dan hatinya memang buta akan yang benar itu. Wallahu a'lam.