Kenyataan banyak orang yg di anggap pintar berpendidikan tetapi bisa di nilai salah oleh orang bodoh karena perkataanya.
Banyak manusia yang menilai benar dan salah menurut hawa nafsu dan pemikirannya sendiri bukan berdasarkan petunjuk dan ilmu.
Tidak bisa untuk mengetahui benar dan salah tanpa ilmu dan paham.
Karena politik sopan santun di tanggalkan.
Siapa sebenarnya yg pintar ketika orang pintar berkata/berucap salah dan orang bodoh menilai salah.
Banyak orang tahu tapi pura2 tidak tahu.
Dengan utang orang beriman di uji.
Ketergesa-gesaan itu berakhir dengan penyesalan.
Orang pintar yg pura-pura bodoh itu lebih berbahaya dari orang bodoh yg pura-pura pintar karena bisa menipu/membohongi orang bodoh dan orang pintar.