Kebenaran diri dengan pengakuan diri bukanlah hal yang baik.
Orang yang tidak suka dan tidak mau dinasihati berarti tidak ada niat untuk menjadi orang baik.
Pemikiran orang munafik pastilah akan bersebrangan dengan orang beriman tetapi sepemikiran dengan orang kafir, komunis.
Ada orang tidak baik bernasib baik, menjadi orang terhormat tetapi lupa diri sehingga dipandang lebih tidak terhormat.
Bersebrangannya antar orang berbeda pikiran, pendapat, keyakinan adalah suatu keniscayaan.
Sungguh sulit bahkan mustahil untuk kita bisa menyatukan dan menyamakan perasaan dan pemikiran kita dengan orang lain meskipun dengan orang yang mempunyai hubungan dekat dengan kita, selain atas kuasa dan kehendak Allah.
Ada orang bodoh memimpin orang pintar, ada orang bodoh dipercaya orang pintar, ada orang bodoh menipu orang pintar, ada orang bodoh meniru orang pintar. Mengapa itu bisa terjadi? Sesungguhnya itu, bukan karena orang bodoh yang pintar dan bukan karena orang pintar yang bodoh tetapi karena sama-sama bukan manusia sempurna.
Dikehidupan dunia ini banyak hal terjadi yang tidak sesuai dengan keharusannya.
Dalam kehidupan manusia ini, yang benar menghadapi yang salah, yang mengerti menghadapi yang tidak mengerti, yang baik dan jujur menghadapi yang jahat dan licik, yang beriman menghadapi yang kafir dan yang munafik.
Sesuatu perbuatan baik yang dipaksakan maka hasilnya tidak akan baik.
(Ashejun)
Keberanian seseorang yang perbuatannya dilakukan dibalik kemisteriusan dirinya, hal itu apa bedanya dengan kutu busuk.
Tiada kesuksesan tanpa usaha, tiada usaha tanpa keinginan, tiada keinginan tanpa hidup, dan hidup yang sukses adalah yang berarti dalam setiap napas, gerak dan langkah.
Syukuri setiap rizki itu jangan melihat besar kecilnya, semoga dengan bersyukur Allah melipatgandakan pemberian-Nya, aamiin
Sesungguhnya manusia pelupa karena itu wajib untuk kita selalu mau diingatkan dan mau saling mengingatkan.
  (Ashejun)
Adalah sifat lemah dan kurangnya diri saya sebagai manusia biasa, dimana saya bisa melahirkan sesuatu pemikiran hanya ketika ada hal yang dilihat, diketahui, dimengerti dan otak segera meresponnya, lalu mulut mengucapkan kata-kata dan tangan menuliskannya.
Jika hidup dengan segala permasalahannya sedangkan diri dibarengi kesadaran dan keimanan, insya Allah masalah bagaimanapun dan seberat apapun bisa dihadapi dengan sikap tenang, sabar dan tetap berusaha untuk perbaikan dan penyelesaiannya terlepas dari berhasil dan tidaknya.
Sebagai manusia, kadang kita merasa bangga dengan sifat yang dimiliki diri, padahal itu sifat tidak baik dan dengan bangga ditunjukkan kepada orang lainnya.
Saling menghormati antar sesama manusia, bukan karena harus melihat kondisi orang tersebut, seperti harus kaya, punya pangkat, punya jabatan, berpenampilan ganteng / cantik, tetapi karena sesama manusia itu sendiri meski seorang yang keadaannya hina dan miskin sekalipun.
Sesungguhnya setiap amanah itu wajib disampaikan meski hanya berupa kata-kata dilisan saja.
Saya berpikir ketika mengetahui bahwa di negri ini tak sedikit orang yang lebih berilmu, lebih pintar, lebih mengerti, lebih dewasa tetapi seolah tak berguna karena urusan kepemimpinan rakyat/ bangsa diserahkan ke orang yang masih banyak kekurangannya. Sungguh politik itu mengherankan dan membingungkan.
Yakinlah tiada sesuatu penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya selain dikehendaki Allah kesembuhannya.
Adakah wanita yang merasa cantik lalu merasa terhina karena disukai lelaki buruk rupa, miskin harta, umur lebih tua?
Ada orang berbuat sesuatu yang sungguh bukan sesuatu hal salah tetapi merasa bersalah, dan ada orang berbuat sesuatu yang sungguh salah tetapi tidak merasa bersalah.
Orang yang suka memerintah dan suka diperintah sesungguhnya dirinya pemalas.
(Ashejun)
Jika hidup ini kita selalu disibukkan oleh hal-hal yang menyenangkan diri saja pastilah akan lupa kematian dan lupa bekal apa yang akan dibawa nantinya.
(Ashejun)
Ada niat, pikiran dan perkataan baik saya yang mustahil bisa diwujudkan dengan perbuatan.
(Ashejun)
Disadari atau tidak, diakui atau tidak sekarang ini banyak bermunculan pelawak rumahan.
(Ashejun)
Orang yang mengerti seharusnya lebih takut untuk berbuat salah.
(Ashejun)
Aku merasa orang bodoh tetapi mudah bisa mengerti.
(Ashejun)
Meskipun ada didepan mata jika tidak memperhatikan maka bisa tidak kelihatan.
(Ashejun)
Karena pemikiran membedakan otak kebanyakan manusia.
(Ashejun)
Hidup sederhana itu murah biayanya, ringan bebannya dan mudah menjalaninya tetapi kebanyakan manusia lebih memilih hidup berlebih dan memaksakan kemampuan diri sehingga hidup menjadi sangat berat terasa.
Berperang karena kejahatan dan tirani di benarkan, berperang karena nafsu kekuasaan dilarang.
(Ashejun)
Yang di benci belum tentu buruk, yang di suka belum tentu baik dan perjalanan waktu bisa membuktikannya.
Jalankan hukum dengan jujur, amanah, bertanggungjawab dan adil.
Untuk menjadi orang paham itu tidak harus banyak berilmu karena paham itu sesungguhnya anugrah dari Allah untuk siapa orang yang di kehendaki-Nya.
Karena banyak dipuji menjadikan manusia bisa sombong dan lupa diri.
(Ashejun)
Jangan pernah berbuat baik kepada orang yang tidak mau dan tidak bisa menerima karena itu hal sia-sia.
(Ashejun)
Sudah sifatku tak bisa berbasa basi kepada siapapun, jika suka maka aku katakan suka dan jika tidak maka aku diam saja.
Hati nurani dan 
rasa kemanusiaan kadang harus bersebrangan 
dengan hukum.
(Ashejun)
Politik dan uang sebagai kekuatan terbesar di negara ini, sedangkan kedaulatan rakyat sekedar simbol dan slogan demokrasi belaka.
(Ashejun)
Orang tertekan itu sesungguhnya tidak merdeka.
(Ashejun)
Cermin 
digunakan untuk dapat 
melihat diri.
(Ashejun)
Singgasana bukan ukuran seseorang manusia mulia, hidup merasa senang dan tenang ada di dalam istana yang di jaga pengawal bersenjata.