Adalah suatu kesadaran diri yang patut kita jaga, dimana saat mulut kita mau berucap / berkata untuk memberikan sesuatu penilaian buruk / negatif terhadap orang lain lantas tidak jadi dan mulut menjadi membisu karena  menyadari segala kekurangan yang ada di diri.

Bagi orang yang takut kekalahan tidak sepantasnya ikut dalam suatu pertandingan.

Jangan sekali-kali kita merasa diri lebih dari orang lain karena satu hal dan bersikap sombong karena itu padahal banyak manusia yang Allah lebihkan dari diri kita dari hal serupa dan hal lainnya yang sungguh tidak ada di diri kita sendiri.

Sehebat dan segencar apapun promosi belum tentu menjamin kualitas tinggi, dan trademarks dengan produk terbaik adalah pilihan masyarakat pintar.

Orang bodoh bisa dikatakan pintar karena bisa mengerti dan orang pintar bisa dikatakan bodoh karena tidak bisa mengerti.

Di dunia ini kenyataan banyak orang pintar dan sedikit orang mengerti.

Yang biasa dilupakan oleh kebanyakan manusia yakni kesalahan dan kekurangan diri sendiri..

Bila dipikir dan dirasa jujur / kejujuran itu kebanyakan hanyalah hiasan mulut-mulut manusia saja karena kenyataan kebanyakan yg dilakukan / diperbuat diri manusia termasuk mulutnya adalah ketidakjujuran.

Banyak orang pintar tetapi berpikir, berkata dan berbuat bodoh. Dan banyak orang bodoh tetapi berpikir, berkata dan berbuat pintar. Itulah bukti sifat kurang dan lebih diri manusia yang harus kita sadari.

Dalam hal rizki, bersyukur itu lebih baik daripada selalu merasa tak cukup.

Menjadi orang pintar itu mudah tetapi menjadi orang bodoh itu susah.

Sungguh sangat disayangkan karena banyak orang berotak cemerlang tetapi sesat pikirannya.

Bila otak manusia selalu tidak bisa digunakan untuk berpikir baik / benar / lurus maka itulah yang dikatakan otak udang karena di dalamnya adalah kotoran / tahi.

Sesungguhnya banyak orang yang dianggap pintar tetapi terlihat bodoh karena sikap, ucap  dan perbuatannya.

Janganlah ragu, malu dan takut untuk berkata menyampaikan yang benar / kebenaran dari Allah itu. Itulah dakwah yang wajib setiap muslim lakukan.

Berhati-hatilah jika diri sudah merasa lebih pintar lalu melahirkan pemikiran dan perkataan yang dianggap hebat padahal sesungguhnya itu sesat dan menyesatkan karena dorongan hawa nafsu diri dan setan.

Bagi orang beriman tidak akan pernah berpikir panjang untuk bisa mempercayai dan menerima segala kebenaran dari Allah itu.

Kebodohan itu terlahir dari ketidaktahuan ilmu.

Saya merasa lebih suka menangis daripada tertawa karena dari menangis bisa menyadari dan menginsyafi sedangkan dari tertawa bisa melupakan hal tadi.

Teori sederhana bila hukum ingin berdiri tegak maka kita harus sepakat mentaatinya, bila hukum ingin ditaati maka kita jangan beri contoh melanggarnya.

Berbahagialah bagi orang yang berada di jalan kebenaran Allah itu walaupun secara lahiriah hidupnya banyak kekurangan dari mereka yang secara keduniaan lebih beruntung tetapi tak mengenal Allah sebagai Tuhan-nya yang hal itu bagaimana mungkin di hari akhir nanti mereka bisa beruntung.

Bila kita mau menyadari sisi lemah dan kurangnya diri sebagai manusia biasa, andaipun kita merasa pintar bukan berarti pintar segalanya, andaipun kita merasa mengerti bukan berarti mengerti segalanya, andaipun kita merasa banyak tahu bukan berarti tahu segalanya. Sesungguhnya sebagai manusia kita tiada berdaya dan tiada berkuasa apa-apa kecuali atas kehendak Allah SWT.

Apa yang bisa ditangkap dari penglihatan mata yang lengah?

Ajaran itu bisa mempengaruhi otak dari cara pikir dan perkataan manusia.

Sisi dari sifat anak-anak itu masih bisa terus dibawa sampai seorang manusia itu menjadi besar, dewasa dan tua.

Secara naluri setiap manusia pasti akan berusaha mempertahankan diri dari akibat kesalahan yang telah diperbuatnya. Dan orang yang beriman pasti akan punya rasa tanggung jawab untuk setiap kesalahannya itu.

Jangan berkata-kata kalau hanya ingin memamerkan kemahiran lidah saja sementara dalam hati tiada niatan diri untuk berbuat nyata.

Orang serius itu cenderung tidak suka pertanyaan atau jawaban yang berbelit-belit.

Tinggalkanlah kebiasaan / kebudayaan lama yang salah / keliru atau akan biarkan diri terus terbawa arus dan tetap berada dalam kesalahan / kekeliruan itu.

Kata-kata baik itu bisa menghipnotis orang yang menyukainya.

Sesungguhnya banyak orang yang dianggap pintar tetapi terlihat bodoh karena sikap dan perbuatannya.

Tidak baik menyudutkan orang lain itu sehingga nampak kelemahannya.

Tak sedikitpun aku merasa khawatir ketika harus berhadapan dengan orang pintar lalu dia bisa mengerti dan aku merasa khawatir ketika harus berhadapan dengan orang bodoh lalu dia bersikap keras, karena itu aku berpikir bijak dengan tidak selalu menghadapi dan melayaninya.