Saya bertemu orang biasa, mungkin kurang pendidikan dan saya jadi bisa mengetahui kalau pemikirannya baik dan benar. Saya mengetahui ada orang berpendidikan tinggi, punya pangkat, jabatan dan terhormat tetapi pemikirannya keliru, salah dan yang terucapnya kebohongan telanjang yang sungguh tak bisa di maklumi.
Ada orang baik takut oleh orang jahat, ada orang baik celaka oleh orang jahat.
Berbicara kebenaran belum tentu banyak orang sepaham karena pada dasarnya mereka tidak tahu kebenaran atau mungkin tidak menyukai kebenaran.
Idealnya orang yang tinggi berpendidikan, punya pangkat dan jabatan, di hormati orang banyak/ rakyat seharusnya sikap, perkataan dan tindakannya adalah cermin dari semua itu yang baik, bijaksana dan mengerti.
Sulit berbicara dengan orang yang tidak mengerti itu dan lebih sulit berbicara dengan orang yang pura-pura tidak mengerti.
Kebanyakan kesalahan yang di lakukan manusia itu karena belum tahu kebenaran.
Kebanyakan manusia tidak berpikir panjang dalam melakukan sesuatu hal perbuatan/ tindakan sehingga berakhir penyesalan.
Kita hidup di dunia ini sementara dan sebentar saja tetapi kadang lupa akan mati yang bisa datang sekedip mata.
Kesombongan itu pada akhirnya akan menjatuhkan dan menghancurkan diri.
Untuk menyenangkan diri sendiri itu mudah, maka lakukan sesuatu yang kita sukai.
Jangan sekali-kali mengingat keburukan yang pernah di perbuat setelah diri mentobatinya kecuali untuk tidak pernah berbuat lagi.
Perkataan / ucapan itu memang lebih menyakitkan daripada sayatan tajamnya pedang. Karena itu berhati-hati, jaga dan peliharalah lidah dan mulut dari perkataan / ucapan.

Orang yang berpikir dan paham maka harus bisa menerima kenyataan.

Banyak orang pintar berpura-pura dan bersikap bodoh dan banyak orang bodoh berpura-pura dan bersikap pintar.

Banyak hal yang mau dan bisa saya katakan tetapi saya berpikir bagaimana orang-orang yang tidak mengerti, tidak memaklumi, merasa benar sendiri dan mau menang sendiri menanggapi.

Karena kelalaian dan kecerobohan seseorang mengakibatkan banyak orang jadi korban.

Banyak prosedur dilanggar karena pemikiran sederhana.


Dalam sedikit hal seorang manusia bisa di nilai baik dan jujur itupun bisa tergantung keadaan tetapi dalam banyak hal yakinlah tidak baik dan tidak jujur.

Sesuatu yang aneh dari manusia yaitu susah membayangkan untuk bisa melihat wajah / dirinya sendiri tetapi untuk bisa melihat wajah / diri orang lain sangat bisa.

Banyak hal yang mau dan bisa saya katakan tetapi saya berpikir bagaimana orang-orang yang tidak mengerti, tidak memaklumi, merasa benar sendiri dan mau menang sendiri menanggapi.

Menyampaikan yang benar bisa di salahkan dan menyampaikan yang salah bisa di benarkan, inilah salah satu keanehan di dunia.

Seorang penegak hukum seharusnya lebih takut dan taat hukum.

Kebanyakan manusia pemarah, kebanyakan manusia sombong dan itu bisa di buktikan dari mulai anak kecil sampai orang tua.

Jangan pernah menilai manusia dari penampilannya semata karena sesungguhnya kita tidak bisa mengukur apa yang ada di dalam dan di punyai dirinya.

Saya merasa yakin dan sering menyaksikan sendiri bahwa banyak orang yang berilmu, pintar, mengerti dan mampu tetapi tidak mau maju ke depan untuk menjadi iman/ pemimpin tetapi malah memilih dan menyerahkannya kepada orang lain yang sebenarnya tidak layak untuk menjadi iman/ pemimpin.

Bila Allah tidak menutup aib diri saya, pastilah sekarang ini saya sedang merasakan rasa malu yang besar dan rasa rendah diri (minder).

Orang jahat itu pasti lebih unggul dari orang baik karena orang jahat sudah mempersiapkan diri dengan rencana matang, sasaran dan segalanya untuk melakukan kejahatannya.

Setiap luka akan terasa sakit ketika baru saja dialami dan tidak akan terasa jika sudah lewat berhari-hari.

Percaya kepada sesuatu yang tidak di ketahui dengan pasti adalah kebodohan dan buta ilmu.

Damai itu indah tapi ada orang-orang yang tidak ingin damai tapi ingin kekacauan.

Orang yang mengerti dan bijak tentu bisa memaafkan.

Meskipun ada kecurigaan tetapi perlihatkan sikap baik sangka.

Sebagian kata-kata indah itu mengandung sihir pemikat hati dan rasa.

Bila kita bisa mengerti dan memaklumi kelemahan dan kekurangan diri orang lain niscaya tidak akan pernah ada konfrontasi.

Orang damai itu yang hati dan pikirannya tenang, diri dan emosinya terkendali.

Bodoh itu bukan karena tak berpendidikan tetapi karena tak bisa menerima atau tak tahu kebenaranpun bisa di sebut bodoh.

Allah yang kuasa membulak balikan hati manusia walaupun itu hati seorang manusia durjana.

Di dunia ini banyak hal yang aneh salah satunya takut berkata/ berbuat benar dan bebas berkata/ berbuat salah.

Bila sekarang kita berbuat salah/keliru yakinlah hari nanti pasti menyesali.

Yg benar tidak akan selamanya bisa di kalahkan tapi justru yg salah pada akhirnya akan kalah mengenaskan.

Ada orang berpenampilan, bersikap, berkata seolah orang baik tetapi dalam tindakan, kebijakan sungguh jahat.

Penjahat dan bukan penjahat bisa berjalan bersamaan di jalan yg sama dengan tujuan dan arah yg sama.

Hal mustahil binatang buas yg ada di depan diri kita bisa berpikir kasihan untuk tidak menerkan kecuali Allah berkehendak untuk menyelamatkan diri kita, begitulah dengan orang yg berhati buruk dan berniat jahat terhadap diri kita.

Yang bisa menilai mana / siapa orang yg mengerti dan tidak maka harus orang yg mengerti karena orang yg tidak mengerti pasti akan terbalik menilai.

Yakinlah ada saatnya pesulap kehabisan akal sehingga perbuatannya tak lagi bisa menipu mata para penontonnya.

Sabar bukan berarti mengalah ketika di dzalimi, dan diam ketika di sakiti.

Mari kita tenangkan hati dan pikiran demi kenyamanan dan kedamaian diri.

Sesungguhnya tiada pengecualian bagi seorangpun / siapapun yang berkata / berucap dan berbuat buruk / salah untuk tidak di kenai sanksi hukum selain anak-anak kecil yang belum tahu apa-apa dan orang gila.

Tidak mungkin pembohong / pelaku curang memperlihatkan perbuatannya tetapi Allah berkehendak untuk memperlihatkannya sehingga banyak orang bisa sama melihat dan mengetahuinya.

Bila rakyat sudah tak suka maka sang raja tak baik bertahan di tahta.

Mengingatkan saja, ingat hidup ini tak lama dan mati tak bakalan bawa harta selain amal baik dan dosa

Hadapilah kesombongan dan kemarahan diri orang lain dengan pemakluman dan pemaafan diri, semoga itu bisa berakhir dengan kebaikan.

Hadapilah kesombongan dan kemarahan diri orang lain dengan pemakluman dan pemaafan diri semoga itu bisa berakhir dengan kebaikan.

Tidak ada sedikitpun kebaikan dari saling membalas keburukan / kejahatan itu.

Politik sebagai bagian dari ilmu yang pada dasarnya adalah suci tetapi karena manusia pelakunya, niat / tujuannya, yg di jalankannya menjadikan politik itu bisa di anggap kotor, licik, curang, jahat.

Mana ada cerita maling mengaku walaupun sudah ketangkap basah.

Saya pikir banyak orang bodoh yang memaksakan diri tampil sebagai orang pintar.

Kejahatan demokrasi sangatlah besar efek buruknya bisa memecah belah rakyat/ bangsa, bisa perang saudara dan bisa hancur negara.

Wajar dan maklum bila para pendukung pasti akan suka, senang, bahagia bila yg di jagokannya unggul. Tapi jangan lupa jangan memanipulasi dan jangan menyulap bukti kebenarannya.

Silahkan tebarkan terus kebohongan tapi mata kami sudah melihat dan mengetahui kebenaran yang nyata.

Para pembohong dan para manipulator pada akhirnya akan gigit jari walau tidak akan sadar untuk menyesal dan tidak akan sadar untuk bertobat karena hatinya sudah di buat membatu karena akhlak dan perbuatan buruknya. Wallahu a'lam.

Saya perhatikan karena politik tak sehat banyak orang2 pintar tinggi berpendidikan, tinggi pangkat dan jabatan tetapi menjadi tak berakhlak dengan nyata2 terpengaruh ikut berbohong. Sadarlah dan haruslah merasa malu karena kebenaran itu tak lagi tersembunyi.

Walaupun kebenaran itu sudah ada nampak nyata di depan mata tapi belum tentu semua orang suka dan mau mengambilnya karena beda pandangan/ penglihatan dan keinginan.

Orang berpendidikan tinggi dan pintar saja bisa salah memandang/ salah perhitungan/ salah memilih.

Apabila kebanyakan manusia adalah orang yang tidak baik dan tidak jujur maka pastilah orang yang baik dan jujur akan kalah kekuatan kecuali apabila Allah berkehendak memenangkannya.

Kecurangan bisa di lakukan dalam suatu pertandingan karena sangatnya menginginkan kemenangan yang di barengi i'tikad buruk tentunya. Wallahu a'lam.

Kecenderungan munculnya kesombongan diri manusia itu karena merasa diri lebih dari orang lainnya.

Kebanyakan sikap berani seorang manusia terhadap orang lainnya terlahir karena kesombongan diri / merasa diri lebih / menganggap orang lain lemah / menyepelekan kekuatan orang lain dan bukan karena benar / kebenaran.

Satu sisi mereka mengaku teman tapi satu sisi mereka adalah lawan yang bisa bermusuhan, saling menyerang dan saling  ingin menjatuhkan itulah orang-orang politik.

Bisa berkenalan baik tapi tidak bisa berteman baik itulah orang-orang politik.

Bila kita tidak peduli politik berarti kita mengabaikan resiko buruknya.

Sipat dunia yang pana pastilah mempengaruhi segalanya. Segalanya berubah dan terbatas.

Sipat dunia yang pana pastilah mempengaruhi segalanya. Segalanya berubah dan terbatas.

Bila hanya merasakan dan menikmati kesenangan dunia saja maka kematian dan alam akhirat bisa di lupakan.

Yang marah dengan kejujuran pastilah pendusta.

Bagi orang berpikir dan serius kegagalan itu adalah modal kehati-hatian untuk waktu/ masa selanjutnya.

Ada muka-muka yg membuat saya tanda tanya apakah itu wajah atau topeng karena menariknya itu membuat saya kembali tanda tanya apakah sebenarnya baik atau buruk. Wallahu a'lam.

Suatu keindahan itu bisa di rasakan dan di nikmati diri bila mata bisa melihat dan hati menyukai.

Tiada kata2 basi bila itu berarti

Cuci mata itu bukan dengan air tapi dengan sesuatu yg di lihat indah / di sukai.

Pilihan yang benar dengan melihat kebenarannya adalah merupakan suatu kebaikan / hidayah dari Allah.
Wallahu a'lam.

Bila orang baik menang maka orang jahat tak terancam tetapi bila orang jahat menang maka orang baik terancam.

Kebijakan yang baik seorang pemimpin bukan kebijakan yang menekan dan bukan pula lemah dalam aturan.

Mari kita merenung untuk memikirkan sisa umur hidup di dunia ini sekarang. Rugi bila kita tidak sadar diri terus dan kesasar terus.