Rakyat berhak bersuara kepada penguasa


Rakyat berhak bersuara

untuk menyampaikan pendapat,

menyampaikan keluhan,

protes kepada penguasa

karena kebijakannya tidak adil,

menekan dan menyengsarakan.

Sekolah tinggi bukan jaminan bisa cerdas dan paham, jabatan tinggi bukan jaminan bisa bijaksana dalam mengambil keputusan.
Jika kita mengetahui sesuatu yang buruk, racun bagi kehidupan lalu tolak, menjauh, singkirkan, hancurkan!

Pengekangan berpikir

Pengekangan berpikir sama dengan melarang orang menjadi pandai.

Yang benar hukum Allah

Bahwa sejatinya hukum yang sejati adalah hukum Allah yang pengadilannya pasti adil.
Saya bukan pencipta kata-kata
Saya bukan penjiplak pikiran orang
Tapi saya berkata apa adanya
Yang dirasakan benar dan nyata.
Seharusnya hukum memiliki kekuatan untuk menghadapi siapapun yang bersalah tanpa dilemahkan oleh apapun.
Meskipun uang dibutuhkan oleh semua orang, bukan berarti semua orang bisa dibeli dan tunduk dengan uang.
Hak asasi manusia tidak mengenal Muslim.
Jika hukum ditegakkan dengan benar mengapa begitu banyak orang merasa tidak adil?
Jangan berpikiran sempit dan kemudian terpengaruh ketika ada sebagian orang yang membenci, menghina dan merendahkan seseorang dan kita mengikuti mereka.
Semua manusia disusupi oleh iblis untuk mempengaruhi perasaan dan pikirannya dan iman adalah untuk dapat menangkal pengaruhnya.
Kebencian menciptakan tekanan, kejahatan, fitnah, rekayasa dan ketidakadilan.
Tidak ada yang kebetulan bahwa Allah berkehendak kita melihat dan mengetahui ada orang jahat dan orang tidak adil yang berumur panjang.
Banyak orang pemberani, karena ada sesuatu yang dirinya andalkan. Karena berseragam, karena bersenjata, karena pangkat, karena kedudukan, karena ada perlindungan orang lain, karena uang. Dan itulah keberanian yang palsu.
Ketidakpastian di dunia, dimana banyak orang besar yang diam dan banyak orang kecil bersuara meski bisa berbahaya baginya.
Secara naluriah, orang yang salah akan berusaha mencari cara untuk membela diri dari kesalahannya agar dia selamat dan tidak disalahkan.