Beruntunglah bagi orang yang bisa menyadari dan memperbaiki kekurangan dirinya.

Setiap diri manusia punya banyak kekurangan tetapi sedikit yang bisa di rasakan dan di sadarinya.

Katakanlah bahwa yg benar itu benar dan yg salah itu salah jangan di tutupi seolah tidak tahu mana yg benar dan mana yg salah/ jangan di samarkan sehingga orang ragu mana yg benar dan mana yg salah/ jangan di tukar yg benar di bilang salah dan yg salah di bilang benar.

Bobot dari suatu perkataan/pembicaraan itu ukurannya adalah kecerdasan, kepahaman dan ilmu.

Kecerdasan otak adalah pancaran dari kepahaman hati.

Kenyataan banyak orang menilai sesuatu hal tanpa ilmu/ dengan kebodohan diri/ dengan prasangka dan menduga-duga.

Perkataan/ucapan itu bisa menunjukan kecerdasan dan kepahaman seseorang.

Bila yakin kebenaran maka jangan sekalipun mengalah pada ketidakadilan hukum.  Sesungguhnya roh hukum adalah keadilan karenanya perilaku hukum haruslah berkeadilan. Ketidakadilan hukum dan kekeliruan hukum itu sesungguhnya kedzaliman.

Kebanyakan kita seperti penonton pertandingan bola yg bisanya gemar mengkritik padahal dirinya jauh tak punya keberanian dan kemampuan tuk bertanding

Orang cerdas/ paham/ beriman pasti akan bersikap/berkata/berbuat dengan hati-hati.