Sesungguhnya kita tahu yang benar dan mengerti pula tetapi seringkali yang dilakukan / diperbuat diri adalah yang salah dan seperti tidak mengerti pula, disebabkan karena pengaruh kebiasaan dilingkungan dan karena keimanan kita kurang.

Janganlah merasa malu atau takut untuk berkata yang benar walaupun mungkin akan timbul cacian, makian dan kemarahan dari orang lain kepada diri kita.
Sebaik-baik sahabat adalah yang manakala kita salah ia nasihati dan manakala kita lupa ia ingatkan.
Hukum itu ibarat suatu tempat angker yang takut untuk kita mendekat atau suatu bangunan megah yang segan untuk kita masuk, sehingga kita hanya tahu adanya tetapi tidak bisa mengenalnya secara dekat apa dan bagaimana sesungguhnya itu.
Kesombongan itu akhirnya bisa menjatuhkan dan menghancurkan diri.
Adil adalah rohnya hukum.
Dengan memberi pembelajaran hukum sama dengan meringankan beban hukum.

Sikap berani bertanggungjawab, mengakui kesalahan dan siap menerima hukuman adalah bukti orang yang mengerti, sadar dan taat hukum.

Jangan sekali-kali kita merasa teraniaya karena dihakimi atas sesuatu kesalahan yang sudah diperbuat diri.