Berhati-hatilah jika diri sudah merasa lebih pintar lalu melahirkan pemikiran dan perkataan yang dianggap hebat padahal sesungguhnya itu sesat dan menyesatkan karena dorongan hawa nafsu diri dan setan.

Bagi orang beriman tidak akan pernah berpikir panjang untuk bisa mempercayai dan menerima segala kebenaran dari Allah itu.

Kebodohan itu terlahir dari ketidaktahuan ilmu.

Saya merasa lebih suka menangis daripada tertawa karena dari menangis bisa menyadari dan menginsyafi sedangkan dari tertawa bisa melupakan hal tadi.

Teori sederhana bila hukum ingin berdiri tegak maka kita harus sepakat mentaatinya, bila hukum ingin ditaati maka kita jangan beri contoh melanggarnya.

Berbahagialah bagi orang yang berada di jalan kebenaran Allah itu walaupun secara lahiriah hidupnya banyak kekurangan dari mereka yang secara keduniaan lebih beruntung tetapi tak mengenal Allah sebagai Tuhan-nya yang hal itu bagaimana mungkin di hari akhir nanti mereka bisa beruntung.

Bila kita mau menyadari sisi lemah dan kurangnya diri sebagai manusia biasa, andaipun kita merasa pintar bukan berarti pintar segalanya, andaipun kita merasa mengerti bukan berarti mengerti segalanya, andaipun kita merasa banyak tahu bukan berarti tahu segalanya. Sesungguhnya sebagai manusia kita tiada berdaya dan tiada berkuasa apa-apa kecuali atas kehendak Allah SWT.

Apa yang bisa ditangkap dari penglihatan mata yang lengah?

Ajaran itu bisa mempengaruhi otak dari cara pikir dan perkataan manusia.