Benar dan salah itu sudah jelas dalam ajaran agama islam tapi karena kita kurang berilmu agama dan kurang beriman menjadikan kita bimbang dan samar melihat benar dan salah itu. Karena itu benar dan salah bisa tertukar yg benar di anggap salah dan yg salah di anggap benar.

Baik dan terbaik kalau hanya berdasarkan promosi dan pencitraan maka itu bisa saja tipuan semata.

Kebanyakan penglihatan dan pemikiran manusia terbalik. Ketika lelaki melihat wanita berpakain setengah telanjang dan melihat wanita berkerudung atau bercadar.

Secara umum orang gila yang benar2 gila tidak akan tersinggung bila dirinya di sebut orang gila karena otak dan pemikirannya sudah tidak berpungsi secara normal alias hilang akal dan pikirannya.
Ada orang yang tidak gila akan tersinggung bila dirinya disebut orang gila lalu introspeksi bila dirinya di sebut orang gila.
Ada orang yang tidak gila akan tersinggung lalu marah bila dirinya disebut orang gila.
Ada orang yang tidak gila akan tersinggung tapi tidak akan introspeksi, atau akan tersinggung tapi tidak akan marah bila dirinya di sebut orang gila.
Ada orang yang pura-pura gila akan tersinggung lalu marah atau akan acuh tidak peduli bila dirinya di sebut orang gila.
Ada orang gila setengah sehat dan ada orang sehat setengah gila.
Ada orang gila pangkat, kedudukan, harta dll.

Menyampaikan kebenaran itu susah karena lebih banyak orang yang tak mengertinya.

Sebagai orang terdidik/berpendidikan ucap/kata kepada orang yg sudah tua siapapun dia seharusnya kita sopan dan hormat.

Bila hati manusia di butakan Allah maka benar/ kebenaran pastilah tidak akan terlihat.

Walaupun benar pencuri/penipu/penjahat/pembohong tetapi dirinya tidak mau mengaku dan tidak mau di sebut begitu.

Sesungguhnya perbuatan curang/menipu itu membuat murka dan memutus rizki Allah.

Perbuatan curang/menipu pada dasarnya merugikan dirinya sendiri.