Di dunia ini sesuatu kepemimpinan tidak didapat mutlak seseorang karena diri seseorang itu sempurna dalam banyak halnya. Kepemimpinan bisa didapat seseorang dari turunan seperti raja/ratu/pangeran/sultan dlsb. Kepemimpinan bisa didapat seseorang karena punya keberanian dan kekuatan pisik seperti seorang jawara/jagoan. Kepemimpinan bisa didapat seseorang karena perjuangan dan pilihan politik walaupun diri seseorang itu sungguh banyak kekurangannya sedangkan dilingkungannya banyak orang yang lebih baik dan lebih mampu. Kepemimpinan bisa didapat seseorang karena kepercayaan dari banyak orang/rakyat sedangkan dirinya punya kemampuan baik untuk itu. Dan yang pasti kepemimpinan bisa didapat seseorang karena kehendak dan kuasa Allah walaupun diri seseorang itu secara lahiriah tak layak karena banyak kekurangannya. Wallahu a'lam.
Ada banyak manusia pintar, cerdas, paham tapi tak punya ijazah sekolah sehingga nasibnya tak sebaik orang bodoh  yang punya ijazah sekolah.
Saya merasakan dan menilai bahwa ada masalah politik yang cukup mengkhawatirkan.
Lama saya perhatikan seseorang atas banyak perkataannya yang pada kenyataannya seolah selalu lupa dan ingkar.
Pisau itu apabila terus diasah maka akan menemukan ketajamannya, begitupun dengan otak.
Entah sudah berapa lama/ berapa tahun saya tidak mendengar lagi kata kedaulatan rakyat/ kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat. Lalu siapa yang sudah menghilangkan/ merampok kata itu sehingga rakyat sekarang ini nyata-nyata sudah lemah tiada berdaya dalam keadaan kegentingan negara ini.
Hati nurani dan akal sehat saya bertanya, "Apakah negara dan bangsa ini benar-benar sudah bebas dari penjajahan?"
Di masa lalu bangsa ini berjuang dan berperang secara fisik untuk bebas dari penjajahan/ penindasan bangsa asing. Sekarang kami merasa masih berjuang dan bertarung secara politik dengan bangsa kami sendiri.  Dalam pertarungan ini jika dimenangkan oleh partai dengan niat baik maka negara dan bangsa akan diselamatkan, jika dimenangkan oleh partai-partai dengan niat buruk, negara akan dihancurkan dan celakalah bagi bangsa ini. Allah Maha Tahu segalanya.
Saya yakin setan itu tahu mana benar dan mana salah tetapi karena sudah kodratnya setan itu benci yang benar dan suka yang salah, demikian juga dengan setan dari wujud manusia.
(Ashejun)
Saya adalah orang biasa yang memiliki pendidikan rendah, tetapi saya memiliki rasa malu jika kata-kata saya dapat dinilai salah, berbohong, fakta yang menyimpang, berubah-ubah.