Mungkinkah dari banyaknya pemimpin rakyat tetapi hati dan pikirannya tidak ke rakyat tetapi ke kepentingan dirinya, ke memperkaya dirinya, ke mengenyangkan perutnya karena berawal dari niat, tujuan, kehendak ambisi dunia. Wallahu a'lam.
(Ashejun) 

No comments:

Post a Comment